Wednesday, June 18, 2008

Nyamuk (2)

Tanggal 30 Mei adalah hari ulang tahun mertuanya Kang Bejo. Yu Bejo berkeinginan merayakannya dengan mengundang sanak saudara ke rumahnya untuk makan bersama. Selama 2 hari, Kang Bejo sibuk membenahi dan membersihkan rumah. Dia panggil tukang kebun untuk membersihkan halaman dari rumput liar. Dia panggil jasa sedot tinja untuk mengosongkan septic tank sebagai antisipasi jangan sampai ketika rumahnya didatangi sekitar 50 orang, septic tank-nya penuh. Dia ganti lampu yang selama ini dibiarkan mati untuk menghemat listrik. Dia bersihkan jendela/pintu dan kusennya dari debu yang lumayan tebal.

Untuk membersihkan kamar mandi, Kang Bejo menaruh perhatian khusus. Dia termakan prinsip 'yang lain boleh kotor, tapi kamar mandi haruslah bersih'. Dia kuras bak mandi. Noda di bak tidak bisa dibersihkan hanya dengan mengelapnya. Tapi harus diamplas dengan amplas air. Klosetpun dia amplas sehingga bercak-bercak noda bisa terkelupas.

Akhir-akhir ini, di tembok kamar mandinya hinggap beberapa ekor (seperti) nyamuk yang bersayap lebar (bukan nyamuk biasa pembawa malaria atau demam berdarah). Kang Bejo terusik dengan kehadiran nyamuk-nyamuk tersebut. Memalukan. Kang Bejo berpikir nyamuk ini harus dienyahkan dari kamar mandi. Yang dia lakukan adalah membuka pintu kamar mandi dan mengusirnya dengan mengibas-ngibaskan koran. Nyamuk beterbangan keluar kamar mandi. Kang Bejo merasa lega. Sore harinya, ketika mau mandi Kang Bejo melihat lagi 3 ekor nyamuk itu sudah hinggap di tembok kamar mandi. Ini tidak bisa dibiarkan. Nyamuk-nyamuk harus dienyahkan selamanya dengan semprotan serangga.

Namun, kesadaran ilahiah Kang Bejo menelusup dalam aliran pikirannya. Alangkah kejamnya membunuh nyamuk karena malu terhadap manusia. Betapa berdosanya karena tidak mengindahan Allah hanya karena ingin dipuji manusia bahwa kamar mandinya bersih. Betapa naifnya, mengabaikan kemurkaan Allah karena membunuh nyamuk yang tidak berbahaya hanya karena mengharapkan pujian (itupun belum tentu) dari manusia.

Akhirnya, nyamuk-nyamuk itu dibiarkan hinggap di tembok kamar mandinya. Masa bodo dengan saudara-saudaranya. Toh, belum tentunya juga mereka akan mencela atau protes (diam-diam atau terang-teranganya) kepada Kang Bejo.