Sudah enam belas hari Pak Salim bekerja di rumah Kang Bejo. Pak Salim adalah tukang kayu yang diperkerjakan oleh Kang Bejo untuk melakukan perbaikan rumah. Hari itu hari terakhir. Sore pukul 5 Pak Salim sudah merapikan dan membersihlan tempat bekas bekerjanya. Peralatanpun sudah dimasukkan kedalam tasnya. Pak Salim duduk di kursi di bawah pohon kelengkeng menunggu Kang Bejo.
Kang Bejo melakukan kesalahan ketika menerima Pak Salim bekerja padanya. Kang Bejo tidak menanyakan berapa upah Pak Salim per harinya. Sore itu Kang Bejo bingung mau memberikan upah berapa untuk pekerjaan selama enam belas hari. Kang Bejo mencoba berasumsi dengan upah yang pernah diberikan kepada seorang tukang beberapa bulan lalu. Waktu itu upahnya adalah lima puluh ribu per hari.
Dengan durasi pekerjaan 16 hari, Pak Salim akan mendapatkan upah delapan ratus ribu rupiah. Kang Bejo masuk rumah untuk mengambil uang. Saat beranjak, terlintas dalam pikiran Kang Bejo untuk memberikan tambahan upah sebesar seratus ribu rupiah. Sehingga total uang yang harus disiapkan adalah sembilan ratus ribu rupiah.
Kang Bejo sudah menenteng lembaran seratus ribuan. Meskipun Kang Bejo sudah menyiapkan uang sesuai perhitungannya, Kang Bejo menanyakan kepada Pak Salim berapa upah yang harus dibayarkannya. Pak Salim menjawab dengan 'Terserah, berapa saja'. Kang Bejo bilang bahwa dia biasanya mengupah tukang sebesar lima puluh ribu rupiah per hari. Pak Salim mengiyakan perhitungan Kang Bejo, tanpa ada tanda-tanda keberatan.
Kang Bejo menyerahkan uang sambil menghitung jumlahnya lembar demi lembar, sambil berkata ada bonus sebesar seratus ribu. Selesai. Pak Salim mengucapkan terima kasih dan pulang.
Sejurus kemudian, Kang Bejo memyadari ada kesalahan menyerahkan jumlah uang kepada Pak Salim. Jumlah yang seharusnya diserahkan adalah sebesar sembilan ratus ribu rupiah, yaitu delapan ratus ribu untuk upah kerja selama enam belas hari ditambah bonus seratus ribu rupiah. Tadi Kang Bejo menghitung jumlah lembaran seratusan ribu rupiah sebanyak sepuluh kali atau sejumlah sejuta rupiah. Kang Bejo kelebihan seratus ribu rupiah menyerahkannya.
Ah, Allah memang suka "ngerjain" umatNya. Kang Bejo merasa sudah menyiapkan uang dengan jumlah yang benar. Tapi ternyata, masih kalah dengan 'tipu daya' Allah yang menghendaki hari itu Pak Salim akan mendapatkan uang sebesar satu juta. Kebetulan Kang Bejo menjadi 'korban' dari rencana itu.
Kang Bejo tidak berbuat apa-apa dengan 'kesalahan' tersebut. Dia hanya bergumam "suka-suka EngkauMu lah Ya Allah untuk menebarkan rizkimu di muka bumi, kepunyaanMu lah semua yang ada, jadi ya terserah sajalah".
