Sore hari di ruang keluarga. Kang bejo duduk di sofa sendirian sambil mendengarkan murotal (lantungan ayat-ayat Al-Quran) dengan headset yang tersambung ke PDA (Personal Digital Assistant).
Si Bagus, kucing Kang Bejo yang masih kecil, naik ke sandaran sofa, mendekati telinga kiri Kang Bejo dan duduk.
Si Bagus jenis kucing yang bawel dan suka "ngglibet" di sekitar Kang Bejo. Dia pasti mengeong-ngeong ketika berada di dekat Kang Bejo. Kang Bejo memang senang dengan kucing, sehingga kebawelan Si Bagus tidak mengganggunya. Malah, meongan Si Bagus merupakan hiburan tersendiri bagi Kang Bejo.
Agar tidak mengganggu ketenangannya mendengarkan murotal, Kang Bejo mengusir Si Bagus agar menjauh darinya. Si Bagus tidak bergeming dari tempat duduknya. Beberapa kali Si Bagus diusir, tapi setiap kali diusir setiap kali pula kembali ke sandaran sofa dan duduk di sebelah telinga kiri Kang Bejo.
Kang Bejo tetap bersikukuh untuk "menyingkirkan" Si Bagus agar jauh-jauh darinya. Kang Bejo membawa Si Bagus ke halaman samping dan menutup pintu samping.
Kang Bejo kembali ke sofa dan me-resume pemutaran murotal di PDA-nya yang sebelumnya di-pause karena mau mengusir Si Bagus.
Tapi baru bebetara detik Kang Bejo duduk di sofa, Si Bagus mendekati Kang Bejo dari arah ruang tamu. Rupanya jendela ruang tamu terbuka. Si Bagus meloncat ke sandaran sofa dan mendekati telinga Kang Bejo.
Kang Bejo menyerah dan membiarkan Si Bagus duduk di situ. Sore itu, Si Bagus menunjukkan sikap yang berbeda seratus delapan puluh derajat. Dia dengan takzim duduk mendekatkan diri di sebelah telinga kanan Kang Bejo.
Kang Bejo tersadar jangan-jangan Si Bagus bermaksud ingin mendengarkan murotal. Kang Bejo seperti mendapat sindiran. Kucing pun ingin bermunajat kepadaNya dengan mengengarkan aluran ayat-ayat suci Al-Quran.
Alam semesta, kecuali manusia, memang selalu rajin mengingat kebesaran Yang Maha Agung. Manusia? Sering melupakanNya. Manusia sering tidak sadar akan kelemahannya sehingga merasa tidak membutuhkanNya.
