Thursday, January 15, 2015

Ikhlas


Kang Bejo punya kebiasaan Membaca koran di kamar mandi. Setelah membaca koran ditaruh di tempat menyimpan botol-botol sampo, conditioner dan botol-botol lain milik Yu Bejo.

Yu Bejo protes atas perilaku Kang Bejo tersebut. Menyulitkan jika ingin mengambil botol-botol tersebut, kata Yu Bejo. Mendengar protes tersebut, Kang Bejo tidak kalah sengitnya. Ini salah satu keasyikannya tersendiri. Kang Bejo memang punya "penyakit" sering lupa untuk mengembalikan barang-barang ketempatnya.

Situasi yang sangat sederhana. Menurut Yu Bejo, apa susahnya sih membawa koran keluar dari kamar mandi. Sebaliknya, Menurut Kang Bejo sesusah apa sih mengambil botol-botol, walaupun di raknya terselip koran.  Menurut Yu Bejo, itu sudah sangat menjengkelkan. Menurut Kang Bejo, protes Yu Bejo sudah mengganggu kenikmatan dan keasyikan hidupnya.

Dari sudut pandang masing-masing, keduanya punya alasan yang kuat untuk saling memprotes. Masing-masing merasa benar dengan argumentasinya. Masing-masing merasa bahwa pihaklah lain harus memahami kondisinya. Masing-masing merasa tidak ada yang salah dengan alasannya.

Situasi tersebut menempatkan posisi masing-masing secara diametral. Pilihannya hanya dua, apakah Kang Bejo mengikhlaskan keasyikannya membaca koran di kamar mandi. Karena kalau dia tetap meneruskan kebiasaanya khawatir lupa mengeluarkan koran dari kamar mandi. Dan itu akan memicu omelan Yu Bejo. Atau Yu Bejo yang mengalah untuk tidak mengomel.