Monday, May 18, 2009

Ulat (1)

Sehabis jalan-jalan pagi di hari Minggu, Kang Bejo berniat berkebun di halaman samping rumahnya. Banyak tanaman hias yang ditanam di pot. Kang Bejo bermaksud menyiangi pot-pot tersebut.

Ada belasan tanaman bunga kamboja yang ditanam Kang Bejo di pot-pot. Hampir semuanya ada bunganya, ada yang merah, ada yang putih ada yang pink.

Ada satu tanaman yang tidak ada daunnya, apalagi bunganya. Tinggal batang yang tegak di atas pot. Kang Bejo menghampiri pot tersebut. Ternyata, di batang pohon kamboja, ada dua ekor ulat bulu yang bertengger.

Kang Bejo mencari barang untuk mengambil ulat-ulat tersebut dan membuangnya ke tempat sampah. Ditemukannya sepotong ranting pohon sawo di tanah. Kang Bejo berusaha melepaskan pegangan ulat pada pohon kamboja dengan ranting tersebut.Berhasil.


Ketika Kang Bejo membuka tutup tempat sampah untuk membuang ulat tersebut, terlihat aneka macam sampah didalamnya. Ada sampah dapur berupa makanan basi, ada sampah kantong-kontong plastik, ada bekas kelupasan cat tembok dan beraneka macam sampah lainnya.

Kang Bejo ragu-ragu membuang ulat tersebut ke dalam tempat sampah karena Kang Bejo yakin bahwa ulat tersebut akan mati pelan-pelan di lingkungnya yang baginya sangat ganas. Ulat adalah binatang yang hanya hidup dengan memakan dedaunan. Itupun tidak semua daun pohon cocok untuk makanannnya. Hanya daun tertentu yang cocok.

"Ah, kenapa aku memikirkan kelangsungan kehidupan ulat. Toh dia sudah menghabiskan daun pohon kambojaku", pikir Kang Bejo."Itu kan hanyalah seekor ulat yang menjijikannya", sambung Kang Bejo. Yang lebih provokatif lagi adalah lintasan pikiran dalam benak Kang Bejo sebagai berikut:"Sok tahu kamu memastikan bahwa ulat tersebut akan mati di tempat sampah". Dan, "Kamu kan tidak membunuhnya, hanya membuangnya, jadi tidak apa-apa".

Beberapa saat Kang Bejo ragu. Namun,akhirnya Kang Bejo membawa ulat tersebut ke salah satu pot tanaman Kamboja. Di letakknya ulat itu di atas daun.

Biarlah ulat melanjutkan kehidupannya dengan nyaman. Toh dia pasti sudah kenyang karena telah menghabiskan daun satu pohon. Sebentar lagi ulat akan bermetamorfosa menjadi kempompong yang selanjutnya akan menjadi seekor kupu-kupu.