Hari Minggu pukul 1 siang di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur.
Hari itu Kang Bejo mengantar Yu Bejo ke Pasar Jatinegara membeli peralatan dapur.
Pasar Jatinegara adalah pasar tergolong besar yang menyediakan hampir semua kebutuhan hidup manusia. Hampir semua ada.
Kang Bejo tidak mau mengikuti Yu Bejo keliling pasar, gerah dan hiruk pikuk lalu lalang orang. Kang Bejo menunggu di dekat penjual aneka piring dan mangkok.
Setengah jam Kang Bejo menunggu, tenggorokan terasa kering, haus menyerangnya. Sialnya, Kang Bejo tidak mengantongi uang. Sudah menjadi kebiasaan mereka, apabila pergi berduan dompet Kang Bejo dititipkan di tasnya Yu Bejo. Biar aman alasannya.
Kang Bejo memesan teh botol dingin sembari meminta penundaan bayaran sampai Yu Bejo. Karena Kang Bejo memang tidak beranjak dari tempat semula, pedagang minuman dingin tidak khawatir Kang Bejo akan 'melarikan diri'
Tiba-tiba telepon genggam Kang Bejo berdering. Yu Bejo minta Kang Bejo datang ke tempatnya untuk ditunjukki sesuatu. Yu Bejo memang punya kebiasaan apabila pergi berdua dengan Kang Bejo dan ingin membeli sesuatu sering minta pendapat Kang Bejo.
Tanpa sadar Kang Bejo beranjak dari tempatnya dan pergi ke tempat yang dimaksud oleh Yu Bejo.
Selesai urusan belanja, mereka berdua menuju tempat parkir mobil. Beberapa meter menjelang sampai, Kang Bejo baru teringat kalau minumannya belum dibayar.
Kalau kembali ke tempat pedagang minuman, lumayan jauh, panas dan berdesak-desakan.
Namun Kang Bejo tidak berlama-lama berpikir. Dia langsung balik badan kembali ke pedagang minuman untuk membayar.
Selesai membayar, ada rasa lega yang mengalir dalam hati, ada rasa gembira yang merasuk dan ada syukur yang terucap dalam hati.
