Ada dua ekor kucing yang dipelihara di rumahnya, Obi dan Iput. Iput adalah kucing yang dibawa dari rumah lama ke rumah yang sekarang. Iput berumur sekitar 7 tahun. Untuk ukuran kucing, umur 7 tahun sudah termasuk tua. Dia kucing yang suka mengembara sampai jauh keluar rumah. Tidak jarang main-main di tempat sampah. Sehingga, dari segi penampilan dia terlihat kumuh. Di badannya terdapat beberapa bekas luka akibat berkelahi dengan kucing-kucing.
Si Iput punya ‘kelakuan’ yang sering menjengkelkan. Kalau rumah sedang kosong dan dia terkunci di dalam rumah, Iput akan buang air di kasur atau di sofa. Kadang-kadang, dia mencuri makanan di atas meja, padahal sudah ditutup dengan penutup makanan (‘tudung saji’ –Jawa).
Karena sering berulah seperti itulah, sang istri berkali-kali berniat membuang jauh-jauh Si Iput. Karena sang suami tidak setuju, selamatlah dia. Pertimbangan si suami adalah Si Iput dianggap amanat Allah yang harus dijaga. Kalau diberi amanah seringan itu (hanya memelihara seekor kucing) saja tidak sanggup, bagaimana mungkin akan diberi amanah yang lebih besar. Rejeki adalah amanah, sehingga rejeki bisa tidak diberikan Allah karena tidak mampu memegang amanah.
