Ini cerita tentang kejadian 20 tahun yang lalu. Tapi masih memberikan kesan yang sangat dalam. Betapa Allah itu kalau memberikan pertolongan dari arah yang sama sekali terduga.
Waktu itu dia baru lulus dari sebuah perguruan tinggi. Bersama-sama dengan 2 orang temannya, dia mengontrak rumah di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Rumah itu sekalian dijadikan kantor untuk usaha jasa di bidang konsultasi teknologi informasi. Praktis, tanpa modal sama sekali, hanya berbekal semangat atau mungkin disebut 'nekad'. Kondisi hidupnya tidak jarang sangat pas-pasan. Paling-paling hanya bertahan asal bisa makan untuk hari itu saja.
Suatu siang di bulan Puasa, dalam kondisi yang sangat terbatas alias tidak punya uang untuk hari esuk, dia dan seorang temannya pergi cari angin. Hari itu memang sedang tidak ada order. Sampailah mereka di Taman Suropati di daerah Menteng. Setelah kira-kira sejam duduk di taman, mereka berniat pulang ke rumah kontrakannya. Mereka berdiri di halte menunggu bis. Ketika sedang berdiri, melintaslah sebuah mobil. Di jok belakang duduk seorang wanita.
Wanita itu adalah kakak kandungnya yang tinggal di Bogor dan bekerja di Balai Penelitian Ternak Ciawai - Bogor. Meskipun mereka tidak berjauhan (hanya Jakarta - Bogor), namun mereka termasuk jarang bertemu. Wanita itu melihat adiknya yang sedang berdiri di pinggir jalan. Dan diapun melihat kakaknya. Berhentilah mobil itu. Siang itu, kakaknya sedang mencari berbagai peralatan laboratorium kantornya. Karena awam tentang Jakarta, kakaknya gagal mendapatkan barang-barang yang diperlukan.
Terjadilah kesepakatan, pembelian akan dilakukan oleh adiknya sebagai supliernya. Bertiga mereka pergi ke rumah Sang Adik. Sang Kakak menunggu disitu dan Sang Adik pergi ke daerah Harmoni dengan mobil dan sopirnya. Hanya perlu waktu 2 jam untuk mendapatkan barang-barang yang diperlukan. Dari transaksi tersebut, Sang Adik mendapatkan keuntungan seratus lima puluh ribu rupiah. Untuk ukuran waktu itu dan dalam kondisi 'miskin', uang sejumla itu sudah lebih dari cukup untuk menyambung hidup.
Kalau kita hanya berpijak pada perhitungan akal, maka kejadian di atas hanya dimasukkan kedalam kategori 'kebetulan', meskipun dengan tingkat probabilitas yang amat sangat kecil. Namun, sebenarnya hal itu adalah 'turun tangannya' Allah untuk membantu hambanya yang sedang kesusahan. Allah akan memberikan pertolongan dari arah yang sama sekali tidak terduga sebelumnya.
