Thursday, July 14, 2005

Amal Jumatan

Di saku bajunya terdapat dua lembar uang, dua puluh ribu dan lima puluh ribu. Dia sedang duduk mendengarkan khatib menyampaikan khotbah di mimbar shalat Jumat.

Ketika kotak amal lewat di depannya, tanpa melihat dia mencabut lembaran uang dari dalam saku bajunya. Alangkah kagetnya, yang tercabut lembaran lima puluh ribu. Padahal, dia bermaksud memasukkan lembaran dua puluh ribu. Sepersekian detik, terlintas pikirannya untuk memasukkan kembali lembaran lima puluh ribu yang sudah ada dalam genggamannya, dan menukarnya menjadi dua puluh ribu.

Kesadaran ilahiayahnya mencegah melakukan ‘pertukaran’ tersebut. Dia tetap memasukkan lembaran lima puluh ribu ke dalam kotak amal. Dia menerima kenyataan itu dengan pemikiran bahwa itu sudah ketentuan Allah bahwa dia harus beramal lima puluh ribu. Dan lagi dia berpikiran amal itu bukan untuk Allah, tapi untuk kepentingan manusia.