Wednesday, July 06, 2005

Semut (2)

Semenjak menempati rumah barunya beberapa hari yang lalu, baru pagi itulah dia hendak menyapu halaman sampingnya. Banyak dedaunan bertebaran di tanah, yang berasal dari dua pohon mangga, satu pohon sawo dan satu pohon lengkeng.

Pagi itu masih agak gelap, maklum baru pukul lima seperempat. Dedaunan itu di sapu ke satu titik di pinggir halaman, yang kemudian akan dibakar. Selesai menyapu, dia mengambil korek api. Sambil berjongkok, dia menyalakan korek api untuk mulai membakar tumpukan sampah itu. Sebelum api menyetuh koran bekas yang dijadikan bahan penyulut, dia melihat banyak sekali semut di antara tumpukan dedaunan itu. Dia membatalkan niatnya untuk membakar sampah itu. Ada semacam bisikan hati, betapa kejamnya kalau dia membakar sampah itu. Semut itu pasti akan terpanggang oleh api.

Alhamdulillah, hidayah Allah telah menghampiri laki-laki itu, sehingga dia tidak menjadi pembunuh makhluk-makhlukNya, walaupun hanya semut. Dia mengucap syukur telah diselamatkan oleh Allah dari perbuatan keji.

Akhirnya, dia memindahkan dedaunan itu ke dalam bak sampah yang memang ada di pojok halaman rumahnya. Alhamdulillah.